Showing posts with label #SHARE. Show all posts
Showing posts with label #SHARE. Show all posts

Thursday, 22 September 2016

Apa Kabar 'Kamu' yang Suka Mengabarkan?


-Apa itu media?
                Media adalah wadah untuk menyambung aspirasi, kegiatan, dan segala hal yang menyangkut kepribadian masyarakat, baik secara umum bahkan mungkin secara khusus. Media dapat menjadi sugesti untuk masyarakat membeli atau menjual sesuatu, contohnya dalam iklan; Baik itu iklan pada media elektronik maupun media cetak. Media memberitahukan apa yang perlu diketahui khalayak umum, seperti berita. Media memberikan wawasan yang edukatif tetapi juga hal menyenangkan, seperti Laptop si Unyil dan kartun Dora The Exploler. Ibaratkan untuk melihat sebuah dunia, media adalah indra yang digunakan untuk melihatnya.
                Namun, jika berbicara tentang media saat ini, banyaklah permasalahannya. Dulunya media berperan utama dalam ‘memanusiakan manusia’. Media berfungsi sebagai pengawas, berkomunikasi, sebagai pendidik, dan perekat sosial. Namun dewasa ini, fungsi media tidak lagi dijalankan dengan baik. Tidak perlu dijabarkan berapa macam hal negatif yang diakibatkan media. Tidak perlu dijelaskan sudah berapa ratus kabar yang dilontarkan media yang hanya diinginkan masyarakat, bukan yang dibutuhkan masyarakat.
-Bagaimana kaitan media dan komunikasi?
                Komunikasi adalah proses antara memberi dan menerima informasi, dimana kedua belah pihak (dan/atau lebih) yang berkomunikasi memahami apa yang mereka beri dan apa yang mereka terima satu sama lain. Mengenai hubungannya dengan media, komunikasi adalah satu cara bagaimana media bekerja. Media menyampaikan informasi. Nah, menyampaikan informasi adalah pengertian komunikasi, hehe. Jadi, tanpa komunikasi yang baik, media pun tidak akan bekerja dengan baik. Sehingga, apa yang diterima oleh sasaran media itu sendiri juga akan memiliki pemikiran yang salah.
-Solusi untuk media saat ini?
                Sebenarnya kita tidak dapat memberikan solusi untuk media, toh mereka juga mungkin saja tidak akan menghiraukan kita. Yang patut diberi solusi disini adalah pemakai, penerima, dan pelaku media itu sendiri.
                Penerima informasi—atau apapun sejenisnya—dari media harus berfikir kritis dan memahami dengan baik apa yang ia terima. Bukan sekedar mengiyakan dan menyebarluas apa yang menurutnya benar, tetapi memahami dengan baik dan mengoreksi jika apa yang dipaparkan media memang tidak sesuai dengan realita yang ada.
                Pelaku media harus lebih pandai dalam mengelola informasi. Walaupun banyak media yang menyebarluaskan konten tidak senonoh dan sejenisnya, kita harus bisa mempengaruhi lebih banyak pelaku agar mereka mampu meminimalisir hal tersebut, dengan cara mengajak mereka menampilkan informasi yang lebih bermanfaat dan berguna bagi orang lain.

            

Monday, 19 September 2016

Merdeka atau Bebas?

source Tumblr

Yup! Jadi, walau sebenarnya terlihat sama jika dilihat sekilas, bebas dan merdeka adalah dua hal yang sangat berbeda. 
            Menurut hasil diskusi yang diperoleh, kebebasan adalah kondisi dimana seseorang atau kelompok berhak melakukan apapun, mengatakan, maupun bertindak apapun tanpa berpikir panjang dan berlangsung spontan. Kebebasan tidak menuntut apapun, tidak mengikat, dan memberikan peluang kepada siapapun untuk melakukan apa saja. Bagaikan balon gas yang terbang dan meletus begitu saja. Berbeda dengan kemerdekaan, yaitu kondisi dimana seseorang maupun kelompok dapat melakukan hal yang diinginkan dan dapat mengeluarkan sesuatu yang ingin dikatakan, tetapi harus memikirkan tanggung jawab atas hak dan kewajibannya. Sesuatu yang merdeka sudah pastilah bebas, tetapi sesuatu yang bebas belum tentu merdeka.
            Lalu, bagaimana dengan perbedaan antara kebebasan berfikir dan kemerdekaan berfikir serta mengeluarkan pendapat?
            Berfikir dan mengeluarkan pendapat adalah dua hal yang saling berkaitan. Dalam kebebasan berfikir dan kebebasan mengeluarkan pendapat, tiap orang akan melontarkan apa yang ada dalam pikirannya—entah itu hal baik atau hal buruk—tanpa memilahnya terlebih dahulu. Artinya, apapun yang ada dalam pikirannya akan ia lontarkan tanpa memikirkan hak orang lain. Sebaliknya, kemerdekaan berpikir serta mengeluarkan pendapat sangat menghargai hal tersebut. Individu ataupun kelompok yang merdeka dalam berfikir dan mengeluarkan pendapat akan mem-filter apa yang dipikirnya dan mengeluarkan pendapat dengan bijak, tentu saja dengan menghargai perasaan serta hak orang lain.
            Jadi, apakah pantas dalam diri seseorang ataupun dalam sebuah kelompok memiliki kebebasan/kemerdekaan berpikir dan mengeluarkan pendapat?

            Tentu saja. Dan sebaiknya, setiap individu memiliki karakter yang merdeka dalam berfikir dan mengeluarkan pendapat. Manusia adalah makhluk sosial, mereka tak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu, karakter tersebut juga penting untuk para pemimpin—khususnya para petinggi—agar mereka tidak bertindak semaunya dan sewenang-wenang. Bukan hanya untuk para pemimpin sebenarnya, tetapi seluruh umat manusia. Agar mereka tahu bahwa mereka tak hidup sendiri. Agar rasa egois itu perlahan dapat diganti dengan kebersamaan. Agar tiap individu memahami kewajiban, hak, dan tanggung jawabnya. Dan agar mereka menghargai orang lain.

Wednesday, 7 September 2016

Komunikasi; Bukan Sekedar Berkomunikasi

source: weheartit

“Ah, jurusan komunikasi mah gampang, kan kerjanya Cuma berkomunikasi.”
                Pernyataan tersebut sering dilontarkan beberapa orang mengenai jurusan (departemen) Ilmu Komunikasi. Entah tahu atau tidak, padahal sebenarnya komunikasi tidak sesederhana itu.
                Seperti yang disampaikan oleh Kak Hadjir kemarin, Selasa 6/9/2016 dalam agenda PIKNIK yang bertempat di taman FISIP bahwa ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang rumitnya komunikasi. Seperti jurusan-jurusan SOSPOL lain yang memiliki manusia sebagai objek materialnya, dan berkomunikasi sebagai objek ‘tak terlihat’-nya. Kakak yang pernah menjabat sebagai Kaisar KOSMIK periode 2013-2014 itu juga mengemukakan bahwa komunikasi adalah hal yang kompleks. Artinya, banyak perbedaan di dalamnya yang harus kita mengerti satu sama lain. Contohnya, attitude, gaya bahasa, mimik wajah, hingga nada suara sekalipun. Coba pikirkan, tak ada manusia yang memiliki mimik wajah yang sama, kan?
                Itulah yang disebut ‘kompleksitas’ dalam ilmu komunikasi.
                Komunikasi juga ternyata dibutuhkan oleh ilmu untuk menjadi eksis dan bersifat lintas batas. Maksudnya, komunikasi adalah induk dari semua ilmu. Coba bayangkan jika sebuah ilmu tidak disampaikan kepada orang lain, atau tidak ditulis melalui buku dan tidak dibagikan lewat media sosial. Bagaimana caranya sebuah ilmu dapat dipelajari?
                Hal terakhir yang saya peroleh—maksudnya yang saya tulis—tentang materi komunikasi adalah tentang teori Marthin Sellingman yang menjelaskan bahwa komunikasi berasal dari bagaimana kita berdialog. Muncullah pengertian antara bertemu dan berjumpa yang ternyata saaaaangat berbeda. Jika kita bertemu, it feels like ‘kau hanya tau saya, tapi tidak dengan ceritaku’. Dan saat bertemu, tidak ada perasaan yang berubah. Berbeda ketika kita berjumpa, hal tersebut bersifat sebaliknya. Ada cerita, saling berbagi, dan ada perasaan yang berubah.
                Dan menurut saya, perjumpaan adalah hal menarik yang pernah ada.
                

Sunday, 28 August 2016

P2MB yang Keren untuk Mahasiswa Oke! (Super Late Post)


         
   ‘Masa paling indah itu bukanlah saat-saat kita SMA. Justru masa dalam hidup kita yang paling indah adalah saat kita duduk di bangku kuliah.’
            Kutipan tersebut saya dengar saat menerima materi dalam kegiatan P2MB (Penerimaan dan Pembinaan Mahasiswa Baru) Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang dilaksanakan selama lima hari, pada tanggal 15 – 20 Agustus 2016.
            Tentu saja, P2MB Universitas Hasanuddin ini bukan sembarang P2MB. Dulu, orang-orang berpikir proses penerimaan adalah hal paling seram yang pernah ada. Langsung terbayang di benak kita betapa tersiksanya batin ini karena harus berhadapan dengan puluhan senior yang super tegas dan garang—belum lagi kalau mereka gondrong—apalagi kalau disuruh yang aneh-aneh seperti berenang di dalam parit, jalan jongkok, hingga berguling di atas lumpur.
            Bersyukurlah kita yang hidup di era modern. Di zaman ini, imej prosesi penerimaan MABA (Mahasiswa Baru) berubah total. Sekarang, prosesi penerimaan lebih mengarah pada hal-hal yang mendidik dan memotivasi mahasiswa untuk perkembangan diri mereka di masa-masa kuliahnya nanti.
            Begitupun dengan prosesi P2MB UNHAS. Yang dulunya disuruh merangkak, sekarang hanya disuruh duduk manis di kursi empuk—bahkan diberi snack sampai makanan berat. Yang dulunya digertak-gertak, sekarang justru diberi apresiasi, pujian, dan motivasi dari orang-orang hebat yang dulunya pernah menginjakkan kaki mereka di UNHAS itu sendiri. Dan jika dulu para MABA disuruh guling-guling di atas aspal, sekarang kita dengan bangganya bisa memakai baju putih, sepatu baru, memakai dasi, dan pastinya almamater kebanggaan warga Unhas, jas merah. Keren, kan!

Saturday, 28 November 2015

Happy Birthday, Ndoooooongggg!

HAI GAYS PAKABAR RINDU KALIAN SO MUCH!

Key, bdw gue bakal ceritain indahnya sweet seventeen gue (behik). Alhamdulillah sekarang gue udah 17 tahun, udah bisa nonton film dewasa HAHAHA. Canda kok, yah artinya gue bakal nentuin masa depan gue kayak gimana. I mean, disinilah klimaksnya seorang remaja mencari jati diri. Terharu rasanya gue udah jauh banget ngelewatin masa puberty. Kalo panjang umur, gue bakal kuliah, kerja, dapet suami, punya anak, jadi nenek... Hm :( Pokoknya doakan terus ya supaya Ninda bisa jadi yang terbaik! aamiin :))

Key, kita mulai storynya. Mulai dari yang pertama ngucapin ultah ke gue : Kakak Aris yeeeey *party* isinya banyak banget, nyesel gue gak screenshot. Walau agak telat, kakak selalu jadi yang pertama ngucapin eea. Makasih banyak kakak!

Trus, paginya, handphone gue banjir ucapan. Bahagia banget rasanya, ternyata banyak yang sayang sama gue :') (lebay) haha. Ibu gue udah teriak dan heboh sendiri, diikuti adik gue, Fadil, plus ayah kesayangan gue. Waah mereka lucu banget haha.

Tiba disekolah, gue langsung dipeluk sama teman sebangku, Jusni. Ekspresi anak-anak lain biasa-biasa aja (terutama cowoknya), ya gue waktu itu emang lagi marahan sama salah satu dari mereka, Rifki. Kecewa sih, but who cares? Mungkin tahun depan mereka bakal ingat kok.
Hari-hari gue disekolah berjalan seperti biasa. Belajar bahasa Arab, salat Duha, jam Olahraga, dan Tata Boga. Gue pikir mereka bakal ngasih suprise atau apalah, but it seems nothing. Gue yang emang suka berharap jadi merasa ter-php-kan. Haha. #poorNinda

Berhubung bulan November dan satu bulan kedepan sekolah gue bakal ngadain Porseni, kelas gue yang notabenenya ambisius banget udah mikirin konsep parade. Jadi, rencananya, maskot kita buat parade nanti adalah tema bajak laut. Nah, karena minggu depan udah ujian semester, temen-temen gue (yang cewek) berinisiatif membuat topi bajak laut di rumah gue. Jadilah hari itu mereka 7 orang datang dan nginap dirumah. Hari itu gue seneng banget, karena udah lama gue pengen ngerasain temen-temen gue nginap dirumah, kita bobo bareng, makan bareng, pasti seru!
Singkat waktu, mereka datang kerumah jam 5 sore. Dan nasib baiknya, salah satu temen gue, Husna dan Wiwid bawa abon sapi dan ayam KFC; makanan favorit semua orang-apalagi di kelas gue. Kita makan bareng di kamar kayak anak panti, numpahin air sana-sini, ketawa-ketiwi, dan satu hal yang gak bisa hilang di kaum wanita : ngegosip. 

we are FOODERS!

Sebagai syukuran ultah gue, ayah sama ibu ngajak kita makan diluar, sekalian beli bahan  buat bikin topi bajak laut. Padahal kita baru aja udah makan ayam, haha. Gue pikir semua mau ikut, ternyata mereka nggak mau. "mager ninda," atau "ih udah kenyang,"pada bilang gitu. Ada juga yang bilang "kita 8 orang, mobil mana muat?", trus "ih nggak enak sama ayah ibu kamu," duh gue jadi pusing sendiri. Akhirnya, gue hanya pergi bareng Jusni dan Athira, plus keluarga gue. Mereka pada tinggal dirumah. Bongkar pasang kamar gue.

Gue sekeluarga plus Athirah dan Jusni makan malam di Rumah Makan Nasi Padang. Ini salah satu makanan favorit gue (sebenarnya sih semua makanan gue suka haha). Abis makan dan beliin temen-temen gue makanan, kita belanja perlengkapan buat bikin topi bajak laut dan pulang kerumah buat ngerjain. 

Tibalah gue dirumah. Salah satu motor temen gue, Cya, diparkir sembarangan dan membuat mobil ayah gak bisa masuk ke dalam garasi. Jadi gue manggil Cya. Tapi nggak tau kenapa, dia nyahut juga tidak. Suara gue mungkin udah kedengeran tetangga sebelah. Mereka bobo kali,ya?

Perasaan gue udah gak enak.

Di pemikiran gue, mereka pada bobo dan ngebatalin rencana begadang buat ngerja topi. Sayang banget, gue salah besar.

Saking stresnya gue, pintu kamar gue pukul. Ya kalian bayangin, kalo mereka semua ketiduran, gue, Jusni, sama Athira bobo dimana coba? Trus, masa gue bobo pake baju pergi? pake rok? kan konyol :(

Tau-tau aja, grendel pintu terbuka dari dalam. 

Pas gue buka, ternyata SUPRISEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!
Wah, badan gue dilumurin semprot semprotan gak jelas, ada yang megang balon, lilin, bahkan senter (mereka nggak nyalain lampu), ada yang siap ngejepret wajah kumal gue, bdw gue nangis :( mereka bahagia banget, tapi kok gue nangis :(

udah gendut, item, jilbab gak disetrika, Ninda lo pantas gak sih ultah hari itu?

Dan gue jadi ketawa pas ngeliat kuenya. Mereka beli terang bulan, malam-malam, dan ini soswit banget. Kalo gue cowok, mereka udah gue pacarin!

lihatlah betapa romantisnya :') gue bahkan gak pernah ngelakuin ini buat mereka :(

terang bulan yang menerangkan hatiku! Makasih kalian, yang so sweet tiada duanya :))

Abis sesi terharunya berakhir, kita foto-foto. Mereka emang pinter banget. Gue pikir kejutan kayak gini gak bakal dikasih. Tau-tau Allah berkata lain. Apa mungkin karena paginya gue salat Duha kaliya?

123 cheeeese! Inilah tim sukses kesayangan gue : Fatmi, Husna, Jusni, Dea, Cya, Wiwid, Athira, dan Jihan *cipok basah*

alhamdulillah di sini gue agak sedikit beautiful with candid. Ini bukan sok candid. Ini bener-bener candid. Kamera cantik.

walau gak dateng buat ngasih suprise, Aqil juga ikut pose sama balon. (dan walau dia juga gak ngasih gue selamat. Kutil.)

Ulang tahun gue ke-17 ini bener-bener gak akan gue lupain. Pasalnya, gue kira semua berjalan normal seperti biasa. Tau-tau sahabat gue ngerencanain hal yang istimewa. Gak cuma suprise, adik kesayangan gue, Dilla, uga ngasih gue kado novel "Rindu"-nya Tere Liye, plus merchandise boyband Korea favorit gue, SHINee. Gak tanggung tanggung, kakak kesayangan gue, Kak Aris, beliin gue alat tulis yang gue idam-idamkan gara-gara ngeliat akun study tumblr di Instagram. Oh iya, ibu dan ayah juga banyak ngasih gue kado. KALIAN BAIK BANGET GUE GAK TAU NGEBALASNYA GIMANA TToTT

Setelah pesta (cielah), kita beresin kamar dan mulai ngerjain topi bajak laut. Wah, hari itu, 28 November 2015, gak bakal gue lupain. Orang-orang yang gue sayangi berhasil mengukir memori inti baru di kepala gue. Makasih banyak buat Allah SWT yang masih membiarkan gue bernafas hingga detik ini, buat orang tua dan keluarga gue yang selalu menyayangi gue, buat sahabat, kak Aris, dan semuanya yang udah ngucapin selamat ulang tahun. Makasih banyak sebanya-banyaknya. Gue bahagia banget kenal kalian. Doakan Ninda agar bisa menjadi yang terbaik, yaa. Itu aja harapan gue. LOVE YOU ALL, LOVE YOU BANGET!!!!! <3




Tuesday, 30 June 2015

Ramadhan ala Gue : #fromfiverstoteeners


Guysssss, siap berpetualang sama gueee? Mau baca cerita gue selama Ramadhan di masa kecil gue? Seru gak? Seru dong, gue jalanin Ramadhan selama 10 tahun di Jayapura. Dari kecil sampe otw ke masa puberti /apaan/ gue jalanin semua di kota tercinta gue, Jayapura;Papua. Aaaaaah, tiba-tiba rinduu :')
Jadi, kalian mau baca ceritanya? Lets rock!

#1. Gue dan Indomi Kering
Siapa sih anak karbitan bocah ingusan yang gak pernah punya resep abal-abal ini? HAHAAAAA gue gak ketinggalan dong! Jadi nih gais, sebelum pergi tarwih, gue nyari uang dulu. Kalo gak di tas-sisa uang jajan yang gak dijajanin yuhu-, gue kecrekin kantong deket kulkas haha.-. kalo udah gitu, gue manggil temen tarwih yang gak lain adalah tetangga sebelah. Nah, tetangga gue ini punya kios. Jadi, tiap hari dia pasti punya pemasukan 2000 dari belanjaan gue : Indomi ABC super pedas haha xD


#2. Gue dan Buku Amaliah Ramadhan
Nah.. selama 4 tahun di SD, gue sama dia sahabat banget. Tiap bulan ramadhan, wali kelas gue atau guru agama selalu nyuruh gue sama temen-temen beli nih buku. Buku ini udah jadi orang tua yang baik, karena saking kerennya/apaan/ semua ibadah kita ditulis secara rinci. Bahkan nih guys, kita juga mesti dengerin penceramah di mesjid dengan baik dan pas selesai tarwih kita mesti dapet tanda tangan si Ustadz yang tadi ceramah. Dan dulu gue semangat banget, sampe-sampe jam 9 malam baru pulang haha-_- Kalian tau gak, saking cintanya gue sama buku ini, karena dulu pas kelas 5 gue gak dapet buku karena stocknya abis, gue bikin buku amaliah ramadhan sendiri pake buku tulis. Lo liat gak sih pengorbanan gue haha :') -_______- pokoknya i miss you deh buku penghubung surga :')

#3. Best Action : Narik Mukena Temen
Jadi nih guys, kalo orang pada tarwih, apalagi temen disamping gue, tangan gue gak bisa banget diem. Jadi, pas sujud, mukena/talkum temen gue ditarik kedepan abis itu baru gue sujud. Kalo nggak gitu, tas talkumnya gue lempar sampe ke pembatas antara laki-laki dan perempuan (pembatas gue dimesjid dulu cuman pake papan) dan setelah itu, gue pura-pura khusyuk. Haha my poor chilhood -_-

#4. Gue dan Abang-abang ganteng

Adeh guys kebayang gak sih lu yang masih imut-imut dan unyu terus diliatin atau digangguin sama abang-ato kakak-kakak ganteng di mesjid? Haha gue kalo gak salah dulu sering digangguin wk. Tapi yang naksir sama gue dulu bukan abang-abang, malah temen ngaji gue sendiri HAHA-_- trus nih guys, dulu gue emang gatel banget/HAHA/. Jadi, pembatas antara shaf cewek sama cowok kan gak terlalu tinggi, jadi gue bisa manjat buat liat shaf cowok. Kadang nih guys, kalo misalnya di shaf cowok barisan ke-5 itu tempatnya cowok ganteng, gue yang di shaf cewek suka ngikut-ngikut baris sejajar sama dia. Temen-temen gue dulu pada bilang, kalo kita selurus bisa jodoh. Nah, karena gue dulunya emang tolol banget, yaa gue ikutin deh nasehatnya. Poor ndong -_-

#5. Hedset vs Toa'
Ini adalah salah satu hal yang paling ngangenin buat gue haha. Dulu gue punya geng aneh, dan kita adalah kumpulan anak-anak cewek bengik yang apa-apa heboh banget. Nah.... mesjid di deket rumah gue ini pusat seluruh kelurahan di kompleks gue, jadi warga yang salat tiap malam itu pasti banyak banget; tak terkecuali ibu-ibu. Jadi nih guys, ibu-ibu ini dibagi atas 3 jenis. yang pertama; yang emang datang karena mau beribadah dan gak mentingin apapun kecuali shalatnya. yang kedua; yang emang datang beribadah, tapi dikit-dikit cerita walau gak terlalu banyak. Dia kadang ngoceh kalo ada yang ribut, tapi kalo udah punya temen cerita yaa dia gak mikirin. yang ketiga; ibu-ibu yang gak tau apa tujuannya mau salat atau gosip, dan kalo ngeliat anak-anak aja udah dimarahin. Nah, di mesjid gue; ibu-ibu ketiga mendominasi. Parahnya, tiap gue dateng sama anggota geng bengik gue, belum apa-apa kita udah disuruh shalat dibelakang. Padahal kita udah nge-booking tempat di depan. How hurt it guys -_.- tapi apa daya, walau kita juga ngomel, yah kita tetep mindah kebelakang sebelum omelan ibu-ibu itu jadi teriakan gorila. Horor, tau.

Yaaa sebenarnya masih ada lagi pengalaman masa kecil gue selama Ramadhan di Jayapura. Tapi ini aja dulu,yaaa. gue juga mesti bobo, besok udah sekolah huhu. Semangat jalanin puasanya, ya guysssssssssssss jangan bolong-bolong! hayoo :p xoxo


Sunday, 28 June 2015

Pandangan Pertama sama Sastra



Halo haloooooo!
Apa kabar bebi-bebiku? Udah mandi? mamam? Puasanya masih lancaaar?
Gue punya cerita lagi nih. Naaaah, kali ini, spesial dari Jayapura. Dan gue bakal ceritain gimana gue bisa rajin nulis haha. Are you ready to rock?? /////

Jadi nih bebs, gue mulai suka baca-baca cerita gitu pas kelas 5 sd. Kalian tau Idola Cilik? iya, ituloh anak-anak keren yang suaranya pada bagus banget. Nah, fans mereka hobby banget bikin ff (fan fiction), kayak cerpen gitu. Nah, nama tokohnya pake nama artis yang mereka suka. Gue rajin banget buka websitenya, pokoknya ceritanya keren-keren! Bahkan sebelum bobo biasa gue bayangin ceritanya haha. Nah, karena bosen baca ff, gue berinisiatif belajar bikin cerita pendek. Ngawur, sih, tapi kalo diinget-inget cerita yang gue bikin dulu kocak banget. Sebenarnya gue mau banget share di blog, tapi apa daya memori handphone gue ilang :( huhu

Lepas dari itu, kelas 6 sd gue mulai beli novel, Novel pertama yang gue beli seumur idup gue/apasih/ adalah "Mata Keenam", karya Melody Carllson.

Novel ini isinya novel kristiani/padahal gue muslim HA/ tapi isinya keren banget, dia nyelametin sahabatnya yang diculik kalo gak salah pake indra keenamnya itu. Daebakk!
Kelas 1 SMP, sejak novel tante Melody itu/sok akrab/, gue jadi ketagihan baca novel. Maksudnya, gue makin tertarik sama dunia sastra. Gue makin rajin bikin cerita ngawur HAHA, pokoknya gue jadi suka nulis.
Kelas 2 SMP, guru Bahasa Indonesia gue, Bu Saidah, ngajak gue ikut pelatihan menulis dan membaca se-antero Jayapura. Wah gue tertarik banget, langsung ikut pastinya!
Bareng sahabat gue, Fajar Nur Latifah, kita belajar menulis cerita selama 3 hari. Enak banget lho, udah makanannya banyak/ILOVEFOOD/, pematerinya asik-gue udah lupa namanya siapa huhu- pokoknya never forget banget deh. Gue tiba-tiba rindu temen Gema Rame haha :(

                                      
foto gue bareng temen-temen dari sekolah lain di belakang spanduk. Hayo muka gue yang mana hakhak

ini foto bareng "anggota geng" gue/?/ di Gema Rame. Walau semua dari sekolah lain, gak tau gimana sejarahnya kita bisa tiba-tiba akrab haha. Mulanya sih dari gue, karena cerita gue emang lucu banget : "Takut Ayam" HAHA ToT. Guys pada tau gak, kita adalah kelompok paling aktif, berisik, paling cerewet pula.. tapi... mereka pada ngangenin :')


Nah, dihari terakhir, gue sama temen-temen yang lain disuruh bikin cerpen. Kali itu, kita semua mesti pake tema "takut". Wah, waktu hari pertama, gue ceritain pengalaman gue sama ayam haha-_-

Di hari kedua, selama ngetik cerpen, gue seneng banget. Saat itu adalah waktu dimana pertamakalinya gue nulis cerita pendek.. yang gak ngawur. Alhasil, alhamdulillah cerita gue masuk peringkat 3 besar dan dibikinin buku :') gue terharu banget, padahal itu ceritanya konyol banget haha. Bahasanya emang puitis, sih. Sebenarnya gue pengen banget pos ceritanya disini, tapi cerpen gue ilang semua di leptop lama yang rusak:( #prayforndong

Yah.. jadi gitudeh ceritanya gue ketemu sama dunia tulis-menulis. Dan sejak pelatihan.. yang menurut gue karnaval menulis itu, gue jadi makin rajin beli novel sama nulis cerpen. Gue juga sering diajak bikin cerpen sama temen gue, kita tukar-tukar cerpen, ketawain kekurangan masing-masing HAHA, dan bahkan guru SMP gue, Bu Saidah, nyuruh gue bikin cerpen khusus buat dia dengan penjelasan dari fotonya. Haha, lucu banget.

Setelah gue beli novel kedua, "OMEN" karya Lexie Xu di Jayapura, kepindahan gue di Makassar 1 tahun lalu bikin gue haus akan karya sastra. Sekarang, gue udah punya lebih dari 10 novel yang wajib kalian baca dan 20 lebih komik Detective Conan haha. 



Pesen gue nih, kalian jangan pernah malas baca buku dan nulis. Tanpa 2 opsi tersebut, kalian gak bakal tau serunya sebuah cerita. :)

salam sastrawis! /bahasa ala gue/


Saturday, 27 June 2015

Miss You, Twitter!

HALO!!! *tereaktereak*
Lama gak nge-pos #sok, padahal baru berapa jam gak ngepos haha. Kali ini guwe mau cerita. Dibilang curhat sih nggak, ya, tapi dibilang nyampein berita juga nggak. Ya, bisa dibilang pos gue kali ini cuma buat menuh-menuhin blog ilegal ini.
Sekarang kan udah jamannya nge-upload nih; gak Instagram, Path, ada juga aplikasi Tumblr; Snapchat, dan BBM yang saat ini penggunanya gak bisa dibilang sedikit.
But, Kalian tau, gak? Ada sesuatu yang gue rinduin #ha
Masih inget logo flappy bird/eh/ burung biru yang unyu ini?
Yup, twitter. 
Jadi nih guys, ceritanya tadi gue iseng mencet sembarang website-tanpa disadari gue ngetik website resmi twitter. Kebukalah akun gue, dan gue mulai bernostalgia..
Gue mulai main twitter sejak kelas 9 SMP.. dan gak sekedar bikin akun. Gue dulu naksir someone dan dia apdet banget di Twitter, so demi tahu epriting about him, gue belajar main twitter.
Karena pengen berasa artis gue follow semua orang-walau gak gue kenal; dan kalo udah lama gue unfollow HAHA anjir nakal banget gue. Oh ya, tentang orang yang gue suka itu.. pikir gue pas udah bikin twitter kita bisa jadi deket, tau-tau dia malah semakin ngejauhin gue. Dan kalian tauuuuu gakkkkkkkk perasaan gue ke dia baru ilang setelah 1 tahun terlewati HUEE TToTT /kok jadi curhat
Ah, lupain deh masa-masa pahit itu. Beberapa hari kemudian; tau-tau gue udah SMA haha. Dan.. disinilah klimaksnya.. disini pula kisah gue dan twitter berakhir /apasih

Yaa.. dari Jayapura gue pindah ke Makassar, ngikut orangtua--kalian pasti penasaran cerita gue di Jayapura haha nanti gue ceritain yah-. Dan gaya gue dulu norak banget HAHA, pas baru mau masuk sekolah baru *cielah* gue minder banget, gak ada yang gue kenal soalnya :'(
Dan tau-tau gue udah MOS aja. Nah, kan waktu itu MOS dilaksanain sama Kakak OSIS sekolah baru gue. Yah, mumpung gue masih pacaran sama twitter, yaa gue gak mau ngelewatin kesempatan ini. Supaya deket sama kakak kelas /lo pada tau kan gue pengen banget jadi adik kesayangan semua orang haha/ gue searching username mereka satu-persatu. BACA : SATU PERSATU! Bukan cuma anak OSIS, pokoknya kakak kelas yang tenar di sekolah baru gue itu gue follow semua. Dan sekarang gue gak bisa sok artis lagi kayak SMP. Kapok bangeettt, gara-gara nge-unfollow orang seenaknya eh gue diblokir ToT 

Yah, masa-masa 1 SMA gue tertulis dengan rapi di Twitter. Mulai dari kegalauan gue, sok akrabnya gue sama kakak kelas yang bahkan gak tau gue itu siapa, kebahagiaan gue, amarah gue, emosi, kesedihan gue, pokoknya twitter udah kayak buku Diary gue huhu. 

Naik ke kelas XI, tau-tau gue dapet kakak baru /apasi/. Dan kita itu akrabnya lewat twitter aduh :') makin rindu aja gue mention-mentionan HAHA

Yah, sekarang teh twitter mah apa atuh :')
Dulu, kalo gue buka twitter, yang ada di timeline gue itu orang yang gue follow pada mentionan, pada RT-RT-an /?/, pada posting gambar, bahkan sampe ada yang pacaran di TL haha kampret banget. Ada juga yang minta follback, minta cek dm, dan sebagainya.

Sekarang.. kalo gue buka twitter, yang ada cuman tweet dari akun televisi, akun-akun yang hobinya ngasih fakta-fakta /padahal faktanya sebenarnya udah dipos 10 kali/, dan akun dari fanclub K-POP atau fanclub artis gitu. Gue udah jarang nemuin orang pada mentionan di twitter, kecuali kalo emang penting banget--atau ada akun lomba-lomba gitu. Twitter sekarang udah bukan ajang berteman, tapi jadi ajang promosi. Syedih :(

Gue berharap, bisa kembali ke masa-masa twitter dulu/hah/ dimana gue populer banget karena dimintain follback sama adek kelas SMP gue HAHA, dimana gue bisa curhat sama temen gue, bisa canda-candaan, dan.. bisa cari gebetan, HAHAHAHAHAHA -_-

Sekian opini gak jelas dari gue. Intinya, kalian gak boleh lakuin twitter seperti pepatah habis manis sepah dibuang. Giliran ada akun sosial media yang lain.. Twitter jadi gak berarti lagi buat kalian/haha
Tanpa twitter.. juga Facebook dan E-m@il, kalian gak bakal jadi anak gaul, tau. Jangan sok gaul deh, kalo sosial media aja kalian gonta-ganti. Mereka juga punya hati :") /taudehgitar