Showing posts with label Y O U. Show all posts
Showing posts with label Y O U. Show all posts
Sunday, 13 November 2016
Ada Sebuah Dunia
Ini tentang belajar.
Belajar memaknai, belajar menyikapi.
Kau bercerita, aku mendengar.
Aku bercerita, kau tidak mendengar.....
'Mengapa?'
Karena hanya aku yang menganggapmu dunia.
Dan kau, tidak.
Friday, 21 October 2016
Waktu
Kita bertemu.
Entah apa alasan Tuhan menggiring kita pada satu waktu.
Aku tak tahu,
Dan kau.
Bagaimana menurutmu?
Entah apa maksudmu
Sedikit lagi aku akan mendapatkannya.
Banyak jalan yang kujalani demi altar yang telah diidamkan..
Namun sayang,
Waktu tak sayang.
Waktu tak setuju.
Ketahuilah...
Waktu juga merindu.
Rindu bagaimana ketika aku dan kau.
Waktu juga merindu.
Rindu pada rindu yang kau tabuh.
Lantas, aku harus apa?
Siapa yang harus kusalahkan?
Waktu yang tak tepat waktu hingga aku melewatkan?
Aku yang tak mampu memulai?
Atau kau; yang pergi hingga bahkan memulaipun, aku tak sanggup?
Begini.
Berjuang itu, sebenarnya; lebih mudah dari menunggu.
Kau kira menunggu itu gampang?
Bahkan waktu pun, menunggu kapan waktunya!
*(Sekali lagi, di kala itu, saat dilarang masuk kelas MKU Bahasa Inggris karena telat, Ninda dan Haykal menulis apa yang sebenarnya terlalu berlebihan jika ditulis.)
-2016
Monday, 17 October 2016
Untukmu (3)
source: Tumblr.com
Matamu adalah racun.
Tidak membunuh, tapi menyakitkan.
Menyakitkan..
Karena matamu tak tahu,
mataku sering menatapmu.
Sebenarnya, mata ini tidak minta terima kasih.
Hanya.. cobalah, hargai; walau setitik.
Tidak semua orang mau menikmati racun.
Tidak semua orang merasa nyaman menatapmu.
Tapi, aku ada.
Aku mau.
Aku nyaman.
-n
Saturday, 15 October 2016
Untukmu (2)
source:shuttershock.com
Namanya pemberi hidayah dan pertolongan.
Dia baik. Dia cerdik, humoris, dan menarik.
Senyumnya membuat cahaya.
Kau tahu, warna matanya beragam. Kadang cerah, mendung, bahkan hujan.
Siang dan malamku adalah dia.
Apa yang dikatakannya, bagiku adalah makna.
Apa yang dirasakannya, bagiku adalah bahagia.
Aku tahu.
Aku tahu, baginya, aku adalah angin senja.
Sekadar datang dan pergi tanpa sengaja.
Sekadar lewat dan memberi secuil bekas di pelipis dan rambutnya.
-n
Saturday, 8 October 2016
Untukmu (1)
Iya, pergilah kemanapun.
Sesukamu.
Sejauh apapun.
Sesukamu.
Melarangmu bukan hal yang baik.
Karena aku tahu,
Kau pasti pulang, bukan?
Subscribe to:
Posts (Atom)


