Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts

Tuesday, 20 September 2016

Mahasiswa itu.......?

(contoh mahasiswa yang keren)

... banyak deskripsinya.
           
            Pertanyaan pertama dan yang paling utama sekaligus menjadi pembuka dalam diskusi adalah “mengapa menjadi mahasiswa?
Setiap orang memiliki pendapat dan perspektif yang berbeda, dong. Ada yang ingin memperbaiki kualitas diri, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, keinginan orang tua, bahkan ada yang menganggap kata mahasiswa hanyalah formalitas dalam pendidikan atas anggapan bahwa mahasiswa adalah pelajar yang paling tinggi derajatnya diantara pelajar lain—seperti siswa SMP dan SMA.
            Dan menurut pandangan saya—yang sempat ditertawakan oleh Kak Mira dan Kak Mino—tentang mengapa menjadi mahasiswa, tentunya untuk belajar, lah!
Belajar tentang hal apapun. Belajar dalam kelas, belajar menghargai, belajar berteman, belajar mengamati—bukan hanya sekedar melihat, dan yang paling penting adalah belajar bertanggung jawab. Yang kedua, tentu saja ada banyak hal menarik yang diperoleh oleh mahasiswa yang tidak diperoleh seseorang yang tidak menjadi mahasiswa. Contohnya, belajar berorganisasi dengan baik dan lebih kompleks.
            Lalu, bagaimana tentang mahasiswa yang hanya ingin menyandang status gengsi dan hanya bangga atas dirinya karena telah menjadi mahasiswa?
            Sebenarnya, boleh saja bangga menjadi mahasiswa. Tapi, banggalah sewajarnya. Mahasiswa adalah maha dari segala siswa. Artinya, ia mau tak mau harus berpikir kedepan, menjadi teladan, dan mampu memahami keadaan di lingkungan sekitarnya. Sangat tidak pantas disebut mahasiswa jika ia hanya berfoya-foya dan membanggakan diri dengan congkak karena bahagia menjadi mahasiswa—terlebih lagi mahasiswa UNHAS. Cobalah jadikan status ‘mahasiswa’ tersebut sebagai hal untuk membakar semangat dalam jiwa untuk berpikir kritis dan maju ke depan.
            Satu kata yang menggambarkan mahasiswa?
            Mahasiswa itu, harus cekatan!

Monday, 19 September 2016

Merdeka atau Bebas?

source Tumblr

Yup! Jadi, walau sebenarnya terlihat sama jika dilihat sekilas, bebas dan merdeka adalah dua hal yang sangat berbeda. 
            Menurut hasil diskusi yang diperoleh, kebebasan adalah kondisi dimana seseorang atau kelompok berhak melakukan apapun, mengatakan, maupun bertindak apapun tanpa berpikir panjang dan berlangsung spontan. Kebebasan tidak menuntut apapun, tidak mengikat, dan memberikan peluang kepada siapapun untuk melakukan apa saja. Bagaikan balon gas yang terbang dan meletus begitu saja. Berbeda dengan kemerdekaan, yaitu kondisi dimana seseorang maupun kelompok dapat melakukan hal yang diinginkan dan dapat mengeluarkan sesuatu yang ingin dikatakan, tetapi harus memikirkan tanggung jawab atas hak dan kewajibannya. Sesuatu yang merdeka sudah pastilah bebas, tetapi sesuatu yang bebas belum tentu merdeka.
            Lalu, bagaimana dengan perbedaan antara kebebasan berfikir dan kemerdekaan berfikir serta mengeluarkan pendapat?
            Berfikir dan mengeluarkan pendapat adalah dua hal yang saling berkaitan. Dalam kebebasan berfikir dan kebebasan mengeluarkan pendapat, tiap orang akan melontarkan apa yang ada dalam pikirannya—entah itu hal baik atau hal buruk—tanpa memilahnya terlebih dahulu. Artinya, apapun yang ada dalam pikirannya akan ia lontarkan tanpa memikirkan hak orang lain. Sebaliknya, kemerdekaan berpikir serta mengeluarkan pendapat sangat menghargai hal tersebut. Individu ataupun kelompok yang merdeka dalam berfikir dan mengeluarkan pendapat akan mem-filter apa yang dipikirnya dan mengeluarkan pendapat dengan bijak, tentu saja dengan menghargai perasaan serta hak orang lain.
            Jadi, apakah pantas dalam diri seseorang ataupun dalam sebuah kelompok memiliki kebebasan/kemerdekaan berpikir dan mengeluarkan pendapat?

            Tentu saja. Dan sebaiknya, setiap individu memiliki karakter yang merdeka dalam berfikir dan mengeluarkan pendapat. Manusia adalah makhluk sosial, mereka tak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu, karakter tersebut juga penting untuk para pemimpin—khususnya para petinggi—agar mereka tidak bertindak semaunya dan sewenang-wenang. Bukan hanya untuk para pemimpin sebenarnya, tetapi seluruh umat manusia. Agar mereka tahu bahwa mereka tak hidup sendiri. Agar rasa egois itu perlahan dapat diganti dengan kebersamaan. Agar tiap individu memahami kewajiban, hak, dan tanggung jawabnya. Dan agar mereka menghargai orang lain.

Saturday, 27 June 2015

Miss You, Twitter!

HALO!!! *tereaktereak*
Lama gak nge-pos #sok, padahal baru berapa jam gak ngepos haha. Kali ini guwe mau cerita. Dibilang curhat sih nggak, ya, tapi dibilang nyampein berita juga nggak. Ya, bisa dibilang pos gue kali ini cuma buat menuh-menuhin blog ilegal ini.
Sekarang kan udah jamannya nge-upload nih; gak Instagram, Path, ada juga aplikasi Tumblr; Snapchat, dan BBM yang saat ini penggunanya gak bisa dibilang sedikit.
But, Kalian tau, gak? Ada sesuatu yang gue rinduin #ha
Masih inget logo flappy bird/eh/ burung biru yang unyu ini?
Yup, twitter. 
Jadi nih guys, ceritanya tadi gue iseng mencet sembarang website-tanpa disadari gue ngetik website resmi twitter. Kebukalah akun gue, dan gue mulai bernostalgia..
Gue mulai main twitter sejak kelas 9 SMP.. dan gak sekedar bikin akun. Gue dulu naksir someone dan dia apdet banget di Twitter, so demi tahu epriting about him, gue belajar main twitter.
Karena pengen berasa artis gue follow semua orang-walau gak gue kenal; dan kalo udah lama gue unfollow HAHA anjir nakal banget gue. Oh ya, tentang orang yang gue suka itu.. pikir gue pas udah bikin twitter kita bisa jadi deket, tau-tau dia malah semakin ngejauhin gue. Dan kalian tauuuuu gakkkkkkkk perasaan gue ke dia baru ilang setelah 1 tahun terlewati HUEE TToTT /kok jadi curhat
Ah, lupain deh masa-masa pahit itu. Beberapa hari kemudian; tau-tau gue udah SMA haha. Dan.. disinilah klimaksnya.. disini pula kisah gue dan twitter berakhir /apasih

Yaa.. dari Jayapura gue pindah ke Makassar, ngikut orangtua--kalian pasti penasaran cerita gue di Jayapura haha nanti gue ceritain yah-. Dan gaya gue dulu norak banget HAHA, pas baru mau masuk sekolah baru *cielah* gue minder banget, gak ada yang gue kenal soalnya :'(
Dan tau-tau gue udah MOS aja. Nah, kan waktu itu MOS dilaksanain sama Kakak OSIS sekolah baru gue. Yah, mumpung gue masih pacaran sama twitter, yaa gue gak mau ngelewatin kesempatan ini. Supaya deket sama kakak kelas /lo pada tau kan gue pengen banget jadi adik kesayangan semua orang haha/ gue searching username mereka satu-persatu. BACA : SATU PERSATU! Bukan cuma anak OSIS, pokoknya kakak kelas yang tenar di sekolah baru gue itu gue follow semua. Dan sekarang gue gak bisa sok artis lagi kayak SMP. Kapok bangeettt, gara-gara nge-unfollow orang seenaknya eh gue diblokir ToT 

Yah, masa-masa 1 SMA gue tertulis dengan rapi di Twitter. Mulai dari kegalauan gue, sok akrabnya gue sama kakak kelas yang bahkan gak tau gue itu siapa, kebahagiaan gue, amarah gue, emosi, kesedihan gue, pokoknya twitter udah kayak buku Diary gue huhu. 

Naik ke kelas XI, tau-tau gue dapet kakak baru /apasi/. Dan kita itu akrabnya lewat twitter aduh :') makin rindu aja gue mention-mentionan HAHA

Yah, sekarang teh twitter mah apa atuh :')
Dulu, kalo gue buka twitter, yang ada di timeline gue itu orang yang gue follow pada mentionan, pada RT-RT-an /?/, pada posting gambar, bahkan sampe ada yang pacaran di TL haha kampret banget. Ada juga yang minta follback, minta cek dm, dan sebagainya.

Sekarang.. kalo gue buka twitter, yang ada cuman tweet dari akun televisi, akun-akun yang hobinya ngasih fakta-fakta /padahal faktanya sebenarnya udah dipos 10 kali/, dan akun dari fanclub K-POP atau fanclub artis gitu. Gue udah jarang nemuin orang pada mentionan di twitter, kecuali kalo emang penting banget--atau ada akun lomba-lomba gitu. Twitter sekarang udah bukan ajang berteman, tapi jadi ajang promosi. Syedih :(

Gue berharap, bisa kembali ke masa-masa twitter dulu/hah/ dimana gue populer banget karena dimintain follback sama adek kelas SMP gue HAHA, dimana gue bisa curhat sama temen gue, bisa canda-candaan, dan.. bisa cari gebetan, HAHAHAHAHAHA -_-

Sekian opini gak jelas dari gue. Intinya, kalian gak boleh lakuin twitter seperti pepatah habis manis sepah dibuang. Giliran ada akun sosial media yang lain.. Twitter jadi gak berarti lagi buat kalian/haha
Tanpa twitter.. juga Facebook dan E-m@il, kalian gak bakal jadi anak gaul, tau. Jangan sok gaul deh, kalo sosial media aja kalian gonta-ganti. Mereka juga punya hati :") /taudehgitar