Sunday, 17 July 2016

Buka Mata


"Sebenarnya, orang yang jahat itu tidak selamanya tidak baik. Sebaliknya, orang baik juga tidak selamanya tidak jahat."


Ya kalo preman jahat, kamu mana tahu ternyata dia rajin salat? Terus, kalau pekerja kantoran itu baik, mana kamu tahu kalau ternyata dia suka menyuap?


Gini deh. Jangan terlalu sering liat orang dari covernya. Novel yang sampulnya cantik dan unik, belum tentu ceritanya oke.


Monday, 11 July 2016

Best Friends


Best Friends (n.)
Someone who laugh at you first when you fall; and be the last person to help you. Talk everything good behind and talk bad in front of. ~; happiest hello and your saddest goodbye.

Friday, 24 June 2016

5 Hari untuk 3 Menit


Rindu sebenarnya sudah menjadi 'anti mainstream' di kalangan kita-kita yang baru lulus SMA. 
Termasuk saya.

Foto keren ini dijepret oleh anak OSIS yang saat itu merupakan parade kelas saya. 
Dan seketika, foto ini mengingatkan betapa berjuangnya kita dulu (teman-teman IPS2) selama 5 hari hanya untuk sesuatu yang pelaksanaannya tidak sampai 3 menit. Bagaimana membuat kapal sebesar itu ditengah-tengah kotornya kelas, derasnya hujan, sampai mati lampu. Bagaimana saya dan Ikky membawa 9 papan kardus naik motor di terik matahari.

Kalau bukan ingin menjadi yang terbaik, kita mungkin tidak akan tahu, bagaimana bahagianya kita saat kapal yang mustahil itu jadi. 
Sejak awal, kalian memang selalu mengejutkan. 
Kalian selalu oke, walau tidak sedikit guru yang memandang remeh.

Jadi, kalau nanti sukses, ingat-ingatlah bagaimana dulu kita pernah berjuang bareng, senang dan sedih bareng, sampe pernah bertengkar satu sama lain. 
Karena sebenarnya, tanpa teman, kita tidak akan menjadi kita.

Hanya saya. Atau aku.

Wednesday, 1 June 2016

Selamat Berbahagia



Banyak yang bahagia saat tahu, masa SMAnya berakhir. Bangga pakai kebaya yang seragam dengan teman kelas, keliling pasar sentral beli alat make-up dan aksesoris, sampai lupa makan dan berdoa. 

Banyak yang bahagia saat tahu, kedepannya tak butuh banyak uang lagi untuk beli seragam sekolah. Bangga menyebarluaskan undangan penamatan sekolahnya, bangga karena kuliah didepan mata.

Banyak yang bahagia. Saya pun.

Tapi, bahagia itu hanya sehari. Ibarat sepersekian detik dalam satu jam. Karena esok, tawa dan tangis akan beradu. Berpacu dalam waktu. Kedepannya, akan ada yang tak tidur mempersiapkan diri. Akan ada yang bermain kotor demi lulus di perguruan tinggi favorit. Akan ada yang menangis dalam doa, memohon agar masa depannya terbuka.

Kau kira, setelah SMA, semua berakhir?
HAHAHAHA.

Selamat datang. :)

Tuesday, 31 May 2016

Awas Merindu.

Untuk kalian-maksudku kita; tujuh sekawan yang tidak pernah lengkap kalau foto bareng (pernah tapi hanya kedua kali).


ini yang pertama

ini kedua

Udah, selanjutnya cuman berenam. Kalo nggak Dea, Husna yang ilang. Atau aden. 
Untung ilangnya cuman di foto. Di hati aku nggak. :)

nih, gak ada dea

ini pas husna sibuk sama event lomba remaja mesjidnya

Untuk kalian, yang sekarang sudah punya tujuan hidup baru. Punya #lifegoals baru. Punya teman, lingkungan, dan segala yang baru.
Aku tahu, aku lama.

Lama dalam ingatanmu, dalam pandanganmu, dalam hidupmu.
Kala pagi datang, kita bertemu, berjamu, dan saling lempar senyum.

Dan sekarang, hal tersebut menjadi 'lama'. "Ah, iya. Itu dulu. Sudah lama sekali..."
Seperti itu.

Untuk kalian, enam penghibur terbaik yang pernah ada.
Untuk kalian, enam sekawan yang paling mengerti kala raga sedang ada apa-apa.

Jaga kita, agar tetap menjadi kita. :)



Saturday, 30 April 2016

Ke Akkarena, Yuk!








Pulang : Titik Tumpu yang akan selalu Dirindukan


Judul         : Pulang
Penulis      : Tere Liye
Penerbit    : Republika
Halaman   : 400
Terbit        : Januari 2016

Jauh di hutan rimba Sumatra, Bujang menjalani hidupnya dengan sang Ayah dan Ibu dengan serba sederhana. Hal ini membuatnya akrab dengan alam dan tak heran jika Bujang sangat berani dan kuat. Namun, kehidupan Bujang berubah semenjak kedatangan Tauke Muda, sahabat lama ayah Bujang yang dulunya adalah 'pekerja' rahasia sebuah perusahaan ekonomi yang melegalkan uang hasil pasar gelap. 
Atas restu ibu dan ayahnya (yang sebelumnya sempat berdebat), mereka menerima permintaan Tauke Muda yang ingin merekrut Bujang sebagai anggotanya dan membawanya ke Ibu Kota. Hal ini tiba-tiba saja terlintas dipikiran Tauke Muda karena melihat keberanian Bujang ketika menemaninya berburu babi hutan. Dan karena itulah, semenjak berburu dan direkrut oleh Tauke Besar, Bujang bukanlah Bujang. Ia dikenal sebagai 'si Babi Hutan'. Babi Hutan yang tidak mempunyai rasa takut, dan menjadi anggota terbaik bagi Tauke Muda.
Sayangnya, terlalu lama di Ibu Kota dan hampir lupa dengan Orang Tuanya di rimba Sumatra, tiba-tiba saja Bujang mendapat kabar bahwa Ibunya Meninggal, disusul ayahnya beberapa bulan kemudian. Satu persatu orang yang paling ia sayangi meninggalkan dirinya, dan membuatnya merasa terus ingin menyerah dan hanya ingin pulang.
Novel ini merupakan satu dari beberapa karya Tere Liye yang menjadi favorit banyak orang. Seperti novel-novel sebelumnya, Tere Liye selalu menciptakan kisah biasa menjadi luar biasa. Dan tentunya, sarat akan makna. Bahasanya yang luwes dan tidak bertele-tele membuat pembaca ketagihan dan tidak bisa berhenti membacanya. Selalu saja ada plot di setiap akhir bab yang membuat pembaca penasaran dan ingin terus melanjutkan bacaannya.
Melalui novel "Pulang", pembaca dapat mengetahui kehidupan rimba yang sangat bersahabat dengan alam, dan ikut beropini mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah ekonomi. Tak hanya itu, pembaca juga akan menikmati bagaimana serunya menjadi seorang pengawal sekaligus petarung sejati, bertemu dengan berbagai tokoh inspiratif yang menjadikan Bujang semakin percaya diri terhadap dirinya. Namun pada akhirnya, pembaca akan mengetahui bahwa sejauh apapun, sedalam apapun, dan sebanyak apapun langkah dan hal-hal yang engkau pelajari, pada akhirnya kita akan kembali dan bertumpu pada satu tujuan, yaitu pulang.
Konflik demi konflik dilewati Bujang dengan penuh perjuangan, darah, hingga air mata. Tere Liye menyatukannya dengan baik, dan pada akhirnya, setelah pertarungannya, pertempurannya menghadapi pahit manisnya kehidupan, bujang hanya akan kembali kepada satu titik tumpu, satu kerinduan, yang akan selalu ia nantikan.
Pulang.

Thursday, 31 March 2016

Doa


Doa itu perlu.
Bahkan jika kau tak tahu; kau harus tahu.

Saturday, 26 March 2016

Hiatus [FOCUS ON NAT EXAM]

Okey guys, sebelumnya maaf banget gue harus nyampein kabar buruk. Mulai hari ini, gue bakal hiatus nge-blog buat sementara waktu. Selain gue mau belajar, leptop gue juga dipake buat UN CBT so gue nggak bisa on. Maaf ya harus ngilang lagi :(

Gue pesen buat teman-teman seperjuangan gue yang juga kelas XII, buat tetep semangat dan jangan menyerah buat belajar! Insyaallah sebelum hiatus, gue bakal share beberapa cerita dulu. Enak aja pergi tanpa kabar, haha. OKay, at least, keep fighting, guys! Let's Focus!





Friday, 25 March 2016

Pengorbanan Terakhir untuk Porseni Terakhir : PROOF 2015 (end)

9) Tenis Meja Putra & Putri
Sama seperti nasib tarik tambang, kita harus dilengser dari babak pertama. Pemain dari kelas gue adalah Nizar dan Cya. Walau kalah, mereka sudah memberikan yang terbaik, kok! ^^ Hal yang sama juga terjadi buat lomba catur putra dan putri, yang diikutin Alghifaridan Wiwid. Padahal, kalo aja waktunya banyak, perwakilan kelas gue bisa menang....

lomba tenis meja putri. Cya bahkan ketawa terus, soalnya lawannya adalah pemain tingkat provinsi. Sedangkan dia, tingkat RT pun nggak.

Sebenarnya Nizar menang. Tapi dia kalah.


10) Futsal #RoadToFinal
Walau nggak berhasil jadi winner grup, alhamdulillah kelas gue lolos sampe perempat final. Semua ini nggak bakal diperoleh tanpa usaha dan kerja keras teman-teman gue. Selamat, ya!

Tapi apesnya, lagi-lagi kita ketemu kenangan pahit di masa lalu : XII IPA 3. Ini adalah duel besar (lagi) antara anak IPA dan IPS. Dan lebih panas. Karena siapapun yang menang diantara mereka bakal melaju ke final. Beberapa temen gue bahkan sempat nazar bakal puasa kalo kelas gue menang.

lets pray before play, guys.

Seperti yang diduga, pertandingan berlangsung sangat seru. Gue, seperti biasa, teriak sampe volume 20 dan nggak henti-hentinya berdoa supaya teman kelas gue menang. Gimana nggak, skor mereka nggak beda jauh. Saling kejar-kejaran dan berusaha mempimpin. Baru berapa menit kelas lawan memimpin, tau-tau temen gue udah ngebobol gawangnya duluan.

si multi sport player. Gak cuma basket, futsalpun diembat.

Ta-da! Si behel imut yang pengen banget fotonya diposting di blog haha. Eh jangan salah, dia kapten futsal, lho guys!

Tangkap bolanya Aden, jangan biarin masuk ke gawang kamu! Maksudnya, gawang kelas kita!

Futsal sebenarnya nggak cuma ngandalin kaki. Kalian juga mesti pake otak buat ngatur strategi. Semua bidang olahraga sebenarnya gitu, sih, bukan cuma futsal.

Gak cuma bola, kaos pun jadi rebutan